Month: September 2007

  • I’m Addicted to You (Internet)

    Ya, kami saya ini adalah internet addicted. Jika sudah depan komputer yang terhubung dengan internet, bisa lebih dari 12 jam gak berenti-berenti.
    Ciri-ciri yang terdapat dalam diri saya :

    1. Niatnya sih cuma mau cek email (entah penting atau gak, yang penting baca..), eh..taunya kemana-mana. Tiba-tiba udah pagi deh..

    2. Kalau di kelas, mata ini terasa berat, ngantuk.. kalau depan monitor. Seperti ada ganjel mata..terang deh.

    3. Jika sedang tidak terburu-buru, begitu sampai kampus langsung menuju sunken court W-05.

    4. Ketika pulang ke rumah, langsung buka tas untuk mengeluarkan laptop, lalu menjalankan IM, terus pasang status. Setelah itu baru mengerjakan yang lain seperti ke kamar mandi, ganti baju, makan, dan lain-lain.

    Walaupun berjam-jam depan monitor, belum tentu itu sedang ngenet atau tidak. Yang jelas, keseharian saya sebagian besar dihabiskan depan komputer dengan tangan menyentuh keyboard. Apakah taraf ketergantungan seperti itu sudah membahayakan diri? Jika iya, kira-kira bagaimana caranya untuk mengurangi ketergantungan pada internet?

    addicted

    Sebelum mencapai taraf yang lebih membahayakan, sebaiknya segera direhabilitasi. :p

    Hasil test dari Internet Addiction Test.

  • Internet di Rumah Melambat

    Dua hari terakhir ini saya merasakan internet semakin lambat saja (memang sebelumnya juga lambat). Tetapi ada saat-saat tertentu (dini hari sampai pagi hari) sehingga kecepatan akses internet di rumah bisa melewati batas. Kecepatannya dapat mencapai 300-an kbps, padahal dalam brosurnya hanya up to 256 kbps. :p

    Sayangnya, sejak kemarin kecepatan akses pada saat tertentu itu menurun drastis. Apakah adminnya sudah tahu ada user seperti saya yang selalu internetan pada waku dini hari hingga pagi hari? Hehehe.. entahlah.

    Screenshot-nya aja deh..

    Keadaan normal jika mengakses pada saat tertentu itu..

    Keadaan yang saya rasakan dua hari terakhir ini..

  • Peranan Administrator Bagi Kemaslahatan umat

    Kemarin malam saya mengikuti tarawih di Masjid Salman ITB dengan Menkominfo (Bpk. Prof.Dr.Ir. Muhammad Nuh) sebagai penceramah tarawih. Dalam ceramahnya Menkominfo membahas Regulasi Telekomunikasi bagi kepentingan umat (judul tepatnya saya lupa..hehehe). Sebagai pihak yang berwenang, Menkominfo berhak melakukan penyaringan isi berita dari berbagai komunikasi baik cetak maupun elektronik yang salah satunya adalah internet. Rule dan policy penggunaan internet (khususnya public internet service) diatur oleh adminstrator. Biasanya administrator internet ini melakukan content filtering untuk akses web. Tidak hanya pada lingkungan kampus saja, content filtering ini ternyata telah diterapkan di beberapa Warnet. Saya sendiri pernah menemui warnet di jalan sulanjana yang menerapkan sistem content filtering.

    Internet bisa menjadi sangat adiktif bila tidak ada sesuatu yang dapat menghentikannya. Saya pribadi mungkin termasuk internet addicted. Sebagai manusia, terkadang kita selalu menunda waktu sholat hingga akhir batas waktu karena keasyikan mengakses internet. Bila lingkungan tempat akses internet ini dekat dengan musholla atau masjid, tidak ada salahnya bukan untuk menghentikan akses internet selama 15 menit? Waktu ini tentu saja digunakan untuk sholat tepat pada waktunya, mengingat sholat tepat waktu ini adalah perbuatan yang paling dicintai Allah SWT. Sebagai perbandingan, kantin tempat menjual makanan saja tutup pada waktu sholat tiba dan baru buka setelah sholat selesai. Urusan perut saja masih bisa ditunda, tapi untuk urusan internet? sedemikian ekstrimnya kah?

    Berbagai cara dapat digunakan untuk mematikan akses internet sementara ini. Bisa dengan cara mendownkan network (ifconfig rl0 down??) pada waktu sholat (cara yang cukup ekstrim memang.. :p), firewall yang di-cron, atau acl (access control list) berbasis waktu pada proxy server. Namun, semua cara tersebut masih berupa paksaan dari luar. Akan lebih baik jika sholat tepat waktu dimulai dari diri kita sendiri. Sehingga, menghentikan akses internet sementara ini dapat merupakan ajang latihan bagi kita dalam mendirikan sholat tepat waktu.

  • Rukun Islam

    Assalamu’alaikum Wr. Wb,

    Saat ini kita sedang menjalankan Rukun Islam yang ke-4 yaitu Shaum. Shaum ini merupakan perintah yang diwajibkan kepada orang-orang yang Beriman. Seperti yang kita tahu, rukun islam itu ada 5 :

    1. Syahadat

    2. Sholat

    3. Zakat

    4. Puasa

    5. Haji

    Dari beberapa referensi yang pernah saya baca, akhirnya saya mendapatkan suatu kesimpulan bahwa Rukun Islam itu sequential.

    sequential |siˈkwen ch əl|
    adjective
    forming or following in a logical order or sequence : a series of sequential steps.
    • chiefly Computing performed or used in sequence : sequential processing of data files.

    Mengapa demikian? Karena memang tidak mungkin kita menjalankannya secara acak. Pertama dimulai dari Syahadat. Lafal Syahadat ini pasti kita baca dalam setiap sholat. Sehingga, tidak mungkin kita Sholat bila tidak dapat melafalkan Syahadat ini. Kemudian Zakat, di dalam Al-Quran perintah untuk mendirikan Sholat ini biasanya selalu diiringi dengan perintah Zakat. Selanjutnya adalah Puasa yang diwajibkan bagi orang-orang beriman (tentunya yang menjalankan rukun islam sebelumnya) pada bulan Ramadhan. Terakhir adalah ibadah Haji, ini adalah Rukun Islam yang dijalankan bila memang memiliki kemampuan. Walaupun bersifat sequential, Rukun Islam ini adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    Point yang ingin saya tekankan disini adalah masih banyaknya orang yang men-skip Rukun Islam yang kedua dan/atau ketiga dan langsung menjalankan Rukun Islam yang ke-4, yaitu Puasa. Padahal, sholat itu adalah tiang agama. Ironis memang, bagi saya pribadi menahan lapar dari waktu fajar hingga terbenam matahari bukan hal yang sulit. Rasanya jarang (atau bahkan tidak pernah) ada orang yang mati gara-gara tidak makan dalam sehari. Hal terpenting dari shaum ini adalah menjaga hawa nafsu. Makan dan minum ini hanyalah sebagian dari nafsu. Menahan amarah, berbicara sia-sia, dan membicarakan orang lain (baik sengaja maupun tidak) ternyata jauh lebih sulit dari sekedar makan dan minum. Lebih baik diam daripada tidak dapat berkata benar.

    Akhir kata, Rukun Islam yang sequential ini tentunya tidak mungkin bagi kita menjalankan Rukun Islam secara acak. Harus dimulai dari Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, dan Haji. Tidak akan ada fondasi atau landasan yang kuat apabila kita melakukan skipping Rukun Islam ini.

    Wallahu a’lam bish-shawab.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Referensi :

    http://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Islam

    http://syariahonline.com/new_index.php

Design a site like this with WordPress.com
Get started