Analogi Pil Pahit

Ada dua buah pil yang harus anda minum. Pil pertama dibungkus dan dibentuk seperti permen yang katanya manis, namun sudah diperingatkan bahwa bisa saja itu adalah pil pahit. Sedangkan pil kedua hanya dikemas oleh kantong putih dan diberikan daftar komposisi bahan baku yang katanya pahit. Anda harus meminum salah satunya yang mungkin rasa kedua pil tersebut sebetulnya sama saja (sama-sama pahit).

Apakah anda akan meminumnya dengan persiapan? Misalnya sedia pisang atau teh manis untuk meminum pil kedua. Atau anda akan terkaget-kaget dengan pil pertama yang anda kira adalah permen itu, kok pahit rasanya? Padahal, kedua pil belum tentu pahit sampai anda benar-benar merasakannya dan belum tentu juga kedua pil tersebut adalah permen. Bedanya, ketika anda minum pil kedua, pasti anda menghadapinya dengan persiapan dan kewaspadaan. Sudah tahu kalau ternyata pahit itu adalah hal yang wajar.

Cukuplah kita waspada dimana kepahitan itu pasti ada dan tidak mengharapkan permen yang amat manis. Sayangnya, kewaspadaan dianggap sebagai cibiran oleh penggila permen. Sekarang waktunya kita sama-sama menyaksikan bungkusan permen ini. Apakah permen yang manis atau pil pahit yang harus ditelan bersama.

Frequently Asked Question

Mulai memasuki pertengahan Tahun (Juni-Agustus) bermunculan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sering sekali kita dengar. Tahun ini pertanyaan yang paling sering saya dengar dari rekan-rekan seangkatan adalah “Kapan wisuda? Kapan lulus?“. Beberapa tahun lalu, pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah “Mau kuliah dimana? Jurusan apa?“. Mungkin pertanyaan yang akan muncul tahun depan adalah “Kerja dimana?“.

Apapun pertanyaannya, yang penting bersosial.