Short 2015

It’s been a while since I posted in English on my blog. Also It was a very long time ago I posted something about life (and the meaning of life).

Year 2015 is the toughest but most amazing year in my life. Our baby girl, Zyva was born at 88 (08 August) and I became a father. Last year I became a husband. Life is about balance and cycle. Once you are a child, now you are the most responsible person (imam) of the family. You were dependent to the parents. Now, your wife, your child are depend on you.

Being a husband, a father, teaches you how to be a responsible person, be useful, and give good examples to your family member. Sometimes, life is sucks and shit happen, but don’t let anger beat yourself. Please don’t forget, you have a kid who always listen and watching you.

FullSizeRender (1)

I am not a good father, but I learn how to be a good family man. I still a kid of my parents, but also a father of my daughter. Yes, life is about balance. And the most important thing, I have a soulmate of my life and I always need her love and solid support for the next coming years. I love you Bebby and Zyva.

I don’t celebrate new year. It only easier to measure our life based on a Gregorian Calendar.

 

From a dad, husband, son, brother

Logika Pengandaian dan Kemungkinan Sebab Akibat

Ada dua golongan, yaitu pendukung P dan pendukung J. Dahulu, golongan pendukung J pernah berargumen bahwa apabila si P jadi pemimpin maka akan terjadi event X.

Namun, event X saat ini malah terjadi ketika dipimpin oleh si J. Golongan pendukung J tetap yakin bahwa kejadian X saat ini bukan karena faktor J yang memimpin. Pihak netral pun dilarang berkomentar bahwa event X mungkin disebabkan oleh si J yang tidak capable.

Golongan pendukung J sangat meyakini pengandaian di masa lalu, namun menolak realita kejadian X yang terjadi saat ini. Golongan P (penonton) dilarang berkomentar kemungkinan penyebab event X.

Apakah pendukung golongan J begitu delusional dan irasional dengan pernah beranggapan bahwa realita adalah fakta. Sedangkan fakta yang terjadi saat ini adalah khayalan.

Indonesia Sumber Penyakit?

Menurut Akamai report, Indonesia berada di urutan ketiga sebagai Top Origin Attacks sepanjang tahun 2014.

akamai1

Namun apakah kondisi tersebut sudah disebut darurat Malware atau Sumber Penyakit? Apabila kita bicara darurat atau sumber penyakit, seharusnya perlu ditelaah seberapa besar risk impact dari event tersebut. Contoh : banyaknya serangan dari Indonesia keluar negeri mengakitbakan berbagai services di luar negeri down dan berdampak pada financial lost perusahaan bersangkutan. Seharusnya ID-SIRTII dan ID-CERT pernah atau bahkan sering mendapatkan laporan dari negara lain terkait dengan masalah seperti ini. Perlu kita ketahui, perusahaan sekelas apa yang melaporkan serangan dan terkena dampak “attack” dari Indonesia? Terkadang  perusahaan tersebut hanya melapor karena “catatan log” yang sebenarnya tidak berdampak terhadap operasional mereka.

Kita kembali ke data yang saya peroleh dari Akamai. Apabila statistik tersebut yang digunakan, seharusnya China adalah gawat darurat dan begitu juga dengan USA (yang hampir 3x lipat dari Indonesia). Apakah ada statement “Darurat Malware” dari Amerika? 🙂

Risk Impact dari Event atau Group Event perlu ditelusuri lebih lanjut untuk menyatakan Darurat Malware. Jumlah atau kuantitas serangan tidak akan sebanding dengan satu serangan berkualitas yang mematikan. Analogi Malware disandingkan Ebola rasanya masih terlalu jauh, mengingat CFR ebola yang begitu tinggi. Satu serangan ebola kepada satu orang memiliki persentase kematian 80-90%. Seandainya satu serangan malware ke satu host memiliki persentase yang sama, mungkin sudah terjadi chaos. 😀

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Ebola_outbreaks

Saya kira Indonesia tidak ingin jadi bangsa yang paranoid dan lebay. Darurat Begal, Darurat Narkoba, Darurat Prostitusi, Darurat Malware (?), Darurat Bencana, Darurat Ekonomi..silahkan pembaca lanjutkan sendiri.

Cheers!