Infrastruktur Multi-Vendor?

Penggunaan single vendor dalam suatu infrastruktur IT memiliki kelebihan dibandingkan beberapa vendor. Pertama, tentunya adalah masalah interoperabilitas antara berbagai perangkat walaupun berbeda jenis namun masih satu vendor. Suatu vendor pada umumnya memiliki fitur yang tidak dimiliki oleh vendor lain. Fitur tersebut bisa jadi merupakan fitur kunci yang bersifat proprietary, sehingga produk lain tidak bisa menggunakan fitur sejenis. Bukan tidak mungkin fitur kunci tersebut tidak berjalan dengan baik karena adanya perbedaan vendor karena masalah kompatibilitas.

Kedua, support services yang diberikan oleh vendor. Apabila digunakan dua vendor dalam suatu infrastruktur, dipastikan akan terjadi kesulitan dalam mengkonfigurasi atau maintenance. Perusahaan harus menggunakan jasa support dari masing-masing vendor sehingga menyebabkan biaya services atau maintenance menjadi dua kali lipat.

Open Source sebagai Vendor

Kompatibilitas antara aplikasi open source dan sistem operasi *nix sebagai bagian infrastruktur IT tentunya sudah tidak diragukan lagi selama ada SDM yang mampu mengimplementasikan dan memaintenance sistem. Selain itu aplikasi opensource pada umumnya memiliki interoperabilitas yang tinggi terhadap produk vendor. Sehingga opensource dan single vendor bukan merupakan suatu masalah yang besar. Bahkan memiliki kelebihan dalam cost yang dikeluarkan. 

Advertisements

3 thoughts on “Infrastruktur Multi-Vendor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s