Resolusi 1 Muharram 1429 H

Resolusi saya di tahun 1429 H ini antara lain :

1. Meningkatkan kekhusyukan dalam Sholat.

2. Sholat tepat waktu. (Terutama sholat Shubuh dan Isya)

3. Berbicara dengan baik. Sesungguhnya lebih baik diam daripada berbicara yang tidak-tidak. Hehehe…

4. Belajar karena suka?. (Sukailah apa yang kamu kerjakan, bukan kerjakan apa yang kamu sukai??). Hmm, sebaiknya mengikuti apa kata Steve Jobs, “You’ve got to find what you love”.

5. If you live each day as if it was your last, someday you’ll most certainly be right.

6. Tidak Kerja Keras, Tidak Kerja Cerdas, tetapi Kerja Ikhlas.

7. Meningkatkan ukhuwah. Saya memohon maaf bagi rekan-rekan yang merasa tersakiti oleh saya. 🙂

8. Tidak membicarakan orang lain (ghibah).

Semoga resolusi kali ini terus berjalan sampai akhir. Amin ya Allah..

Pencarian Tuhan dan Agama (bag. 1)

Saya adalah orang yang sangat Percaya Tuhan. Mengapa saya sangat percaya adanya Tuhan? Saya akan menjabarkannya dari pandangan saya sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran. Saya sangat percaya terhadap hal Ghaib. Ghaib dalam hal ini bukan hantu, tetapi sesuatu hal yang ada namun tidak kita ketahui. Misalnya adalah kekuatan lain yang belum dapat dijelaskan oleh akal pikiran kita (bahkan mungkin tidak dapat dijelaksan hingga bumi ini hancur). Tetapi, ada sesuatu Dzat yang mengetahui seluruh hal Ghaib ini, yaitu Tuhan.

Alasan lain yang sangat manusiawi dimulai dari pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saya. Pertanyaan itu adalah : Apa yang terjadi setelah saya mati? Apakah seperti orang tidur panjang? Bagi saya, kematian adalah hal yang Ghaib namun pasti. Menurut pemikiran saya, kematian itu tidak seperti orang tidur panjang karena kematian pasti melalui sakratul maut yang rasanya sakit sekali. Tidak mungkin jika orang yang akan tidur diberi rasa sakit yang luar biasa. Bagaimana saya tahu kematian itu sakit? karena orang yang yang mati biasanya mengejang, mengerang, dan dalam wajahnya terpancar bahwa orang tersebut menahan rasa sakit luar biasa. Kita telah dibodohi oleh film-film yang menunjukkan peristiwa tersebut seperti tidur biasa. Jadi, saya berpikir bahwa setelah kematian itu ada sesuatu.

Sebagai orang yang percaya Tuhan, tentunya tidak perlu khawatir jika memang setelah kematian itu ada sesuatu (akhirat). Misalnya, jika seandainya memang tidak ada apa-apa setelah kematian, saya tidak akan rugi.  Namun, jika ternyata tidak percaya Tuhan tetapi ada sesuatu setelah kematian. Ini lah yang paling saya amat takutkan. Jadi, lebih baik saya percaya saja agar (mudah-mudahan) tidak merugi.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.