Peranan Administrator Bagi Kemaslahatan umat

Kemarin malam saya mengikuti tarawih di Masjid Salman ITB dengan Menkominfo (Bpk. Prof.Dr.Ir. Muhammad Nuh) sebagai penceramah tarawih. Dalam ceramahnya Menkominfo membahas Regulasi Telekomunikasi bagi kepentingan umat (judul tepatnya saya lupa..hehehe). Sebagai pihak yang berwenang, Menkominfo berhak melakukan penyaringan isi berita dari berbagai komunikasi baik cetak maupun elektronik yang salah satunya adalah internet. Rule dan policy penggunaan internet (khususnya public internet service) diatur oleh adminstrator. Biasanya administrator internet ini melakukan content filtering untuk akses web. Tidak hanya pada lingkungan kampus saja, content filtering ini ternyata telah diterapkan di beberapa Warnet. Saya sendiri pernah menemui warnet di jalan sulanjana yang menerapkan sistem content filtering.

Internet bisa menjadi sangat adiktif bila tidak ada sesuatu yang dapat menghentikannya. Saya pribadi mungkin termasuk internet addicted. Sebagai manusia, terkadang kita selalu menunda waktu sholat hingga akhir batas waktu karena keasyikan mengakses internet. Bila lingkungan tempat akses internet ini dekat dengan musholla atau masjid, tidak ada salahnya bukan untuk menghentikan akses internet selama 15 menit? Waktu ini tentu saja digunakan untuk sholat tepat pada waktunya, mengingat sholat tepat waktu ini adalah perbuatan yang paling dicintai Allah SWT. Sebagai perbandingan, kantin tempat menjual makanan saja tutup pada waktu sholat tiba dan baru buka setelah sholat selesai. Urusan perut saja masih bisa ditunda, tapi untuk urusan internet? sedemikian ekstrimnya kah?

Berbagai cara dapat digunakan untuk mematikan akses internet sementara ini. Bisa dengan cara mendownkan network (ifconfig rl0 down??) pada waktu sholat (cara yang cukup ekstrim memang.. :p), firewall yang di-cron, atau acl (access control list) berbasis waktu pada proxy server. Namun, semua cara tersebut masih berupa paksaan dari luar. Akan lebih baik jika sholat tepat waktu dimulai dari diri kita sendiri. Sehingga, menghentikan akses internet sementara ini dapat merupakan ajang latihan bagi kita dalam mendirikan sholat tepat waktu.

Rukun Islam

Assalamu’alaikum Wr. Wb,

Saat ini kita sedang menjalankan Rukun Islam yang ke-4 yaitu Shaum. Shaum ini merupakan perintah yang diwajibkan kepada orang-orang yang Beriman. Seperti yang kita tahu, rukun islam itu ada 5 :

1. Syahadat

2. Sholat

3. Zakat

4. Puasa

5. Haji

Dari beberapa referensi yang pernah saya baca, akhirnya saya mendapatkan suatu kesimpulan bahwa Rukun Islam itu sequential.

sequential |siˈkwen ch əl|
adjective
forming or following in a logical order or sequence : a series of sequential steps.
• chiefly Computing performed or used in sequence : sequential processing of data files.

Mengapa demikian? Karena memang tidak mungkin kita menjalankannya secara acak. Pertama dimulai dari Syahadat. Lafal Syahadat ini pasti kita baca dalam setiap sholat. Sehingga, tidak mungkin kita Sholat bila tidak dapat melafalkan Syahadat ini. Kemudian Zakat, di dalam Al-Quran perintah untuk mendirikan Sholat ini biasanya selalu diiringi dengan perintah Zakat. Selanjutnya adalah Puasa yang diwajibkan bagi orang-orang beriman (tentunya yang menjalankan rukun islam sebelumnya) pada bulan Ramadhan. Terakhir adalah ibadah Haji, ini adalah Rukun Islam yang dijalankan bila memang memiliki kemampuan. Walaupun bersifat sequential, Rukun Islam ini adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Point yang ingin saya tekankan disini adalah masih banyaknya orang yang men-skip Rukun Islam yang kedua dan/atau ketiga dan langsung menjalankan Rukun Islam yang ke-4, yaitu Puasa. Padahal, sholat itu adalah tiang agama. Ironis memang, bagi saya pribadi menahan lapar dari waktu fajar hingga terbenam matahari bukan hal yang sulit. Rasanya jarang (atau bahkan tidak pernah) ada orang yang mati gara-gara tidak makan dalam sehari. Hal terpenting dari shaum ini adalah menjaga hawa nafsu. Makan dan minum ini hanyalah sebagian dari nafsu. Menahan amarah, berbicara sia-sia, dan membicarakan orang lain (baik sengaja maupun tidak) ternyata jauh lebih sulit dari sekedar makan dan minum. Lebih baik diam daripada tidak dapat berkata benar.

Akhir kata, Rukun Islam yang sequential ini tentunya tidak mungkin bagi kita menjalankan Rukun Islam secara acak. Harus dimulai dari Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, dan Haji. Tidak akan ada fondasi atau landasan yang kuat apabila kita melakukan skipping Rukun Islam ini.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Islam

http://syariahonline.com/new_index.php

Selamat Menunaikan Ibadah Shaum

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Tanggal 1 Ramadhan kali ini jatuh pada hari Kamis, 13 September 2007. Bagi saya pribadi bulan Ramadhan menjadikan saya menjadi lebih dekat kepada Allah SWT dengan cara meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah. Selain itu, Ramadhan ini juga menjadi ajang agar dapat melaksanakan Sholat Shubuh tepat waktu. Mengapa? Sholat Shubuh dan Isya inilah salah satu ciri yang membedakan antara orang munafik dan orang beriman.

Pada bulan Ramadhan ini juga seharusnya peluang untuk sholat shubuh tepat waktu menjadi lebih besar. Setiap hari orang-orang melaksanakan sahur, sahur ini tentunya lebih dahulu daripada sholat subuh. Sehingga, (mudah-mudahan) tidak ada ada alasan bagi saya pribadi untuk sholat subuh tidak tepat pada waktunya. Amien. Harapan (kewajiban) lain adalah ketika Ramadhan ini berlalu, mudah-mudahan saya diberi kemampuan untuk terus menjalankan Sholat Subuh tepat waktu.

Akhir kata, selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan 1428 H. Mohon maaf lahir dan batin untuk sahabat-sahabat sekalian.

best regards,

Wildan Aliviyarda

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.