Pencarian Tuhan dan Agama (bag. 1)

Saya adalah orang yang sangat Percaya Tuhan. Mengapa saya sangat percaya adanya Tuhan? Saya akan menjabarkannya dari pandangan saya sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran. Saya sangat percaya terhadap hal Ghaib. Ghaib dalam hal ini bukan hantu, tetapi sesuatu hal yang ada namun tidak kita ketahui. Misalnya adalah kekuatan lain yang belum dapat dijelaskan oleh akal pikiran kita (bahkan mungkin tidak dapat dijelaksan hingga bumi ini hancur). Tetapi, ada sesuatu Dzat yang mengetahui seluruh hal Ghaib ini, yaitu Tuhan.

Alasan lain yang sangat manusiawi dimulai dari pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saya. Pertanyaan itu adalah : Apa yang terjadi setelah saya mati? Apakah seperti orang tidur panjang? Bagi saya, kematian adalah hal yang Ghaib namun pasti. Menurut pemikiran saya, kematian itu tidak seperti orang tidur panjang karena kematian pasti melalui sakratul maut yang rasanya sakit sekali. Tidak mungkin jika orang yang akan tidur diberi rasa sakit yang luar biasa. Bagaimana saya tahu kematian itu sakit? karena orang yang yang mati biasanya mengejang, mengerang, dan dalam wajahnya terpancar bahwa orang tersebut menahan rasa sakit luar biasa. Kita telah dibodohi oleh film-film yang menunjukkan peristiwa tersebut seperti tidur biasa. Jadi, saya berpikir bahwa setelah kematian itu ada sesuatu.

Sebagai orang yang percaya Tuhan, tentunya tidak perlu khawatir jika memang setelah kematian itu ada sesuatu (akhirat). Misalnya, jika seandainya memang tidak ada apa-apa setelah kematian, saya tidak akan rugi.  Namun, jika ternyata tidak percaya Tuhan tetapi ada sesuatu setelah kematian. Ini lah yang paling saya amat takutkan. Jadi, lebih baik saya percaya saja agar (mudah-mudahan) tidak merugi.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Advertisements

4 thoughts on “Pencarian Tuhan dan Agama (bag. 1)

  1. jadi gini bos, percaya itu domainnya hati(qolbu), mikir itu bagiannya akal. Tapi percaya itu harus diawali dengan pengetahuan yang dipikir dulu.

  2. iman itu kepercayaan bos 😉

    -> percaya itu domainnya qalbu juga

    kalo ilmu(pengetahuan) itu baru domainnya pikiran..

  3. Apa yang terjadi setelah saya mati ? Wah pertanyaan yang baik. Menurut apa yang pernah saya baca, manusia mati, jiwanya akan kembali ke tanah karena asalnnya memang diciptakan dari tanah. Artinya dari ketiadaan menjadi tidak ada. Rohnya akan kembali ke asalnya. Orang mati tidak dapat diajak bicara, tidak perlu ditakuti, dan sudah tidak dapat membuat rencana-rencana lagi. Hanya hantu atau setanlah yang dapat menyamar sebagai pribadi-pribadi orang yg telah mati, sehingga seolah-olah si mati dapat diajak berbicara. Namun yang pasti semua orang yang telah mati, baik yang adil benar dan adil tidak benar, akan dibangkitkan pada masa penghakiman. Itu menurut pemahaman kami. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s