Frequently Asked Question

Mulai memasuki pertengahan Tahun (Juni-Agustus) bermunculan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sering sekali kita dengar. Tahun ini pertanyaan yang paling sering saya dengar dari rekan-rekan seangkatan adalah “Kapan wisuda? Kapan lulus?“. Beberapa tahun lalu, pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah “Mau kuliah dimana? Jurusan apa?“. Mungkin pertanyaan yang akan muncul tahun depan adalah “Kerja dimana?“.

Apapun pertanyaannya, yang penting bersosial.

Momen yang Tidak Tepat

Iseng-iseng baca berita Terpopuler di situs kompas, ternyata aksi demonstrasi sejumlah Universitas di Jakarta tidak menarik simpati masyarakat sekitar. Ada apa gerangan? Mungkin momennya kurang tepat.. Untuk lebih serunya, silakan anda baca komentar-komentarnya..

Ini salah satu komentar yang menarik bagi saya :

bl@ckmamba @ Selasa, 27 Mei 2008 | 13:46 WIB
jadi ingat komentar senior saya di kampus (mantan aktivis kampus).. “tau salah satu penyebab negara gak maju2?”, lanjutnya “lha wong mahasiswanya dari dulu sibuk demo melulu, gak ngurusin bidangnya masing-masing. kapan sejahteranya negara klo kek gini..?? “. menurutku memang ada benarnya juga, alangkah baiknya apabila mahasiswa memberikan solusi cerdas dan konkret dalam menyelesaikan permasalahan bangsa….

Keadaan ini sepertinya jauh berbeda dengan Tahun ’98 dahulu..Saat itu saya masih SD dan dagang nasi timbel di Jalan Ganesha.

Profesi Paling Menderita Pasca Kenaikan BBM

Menurut anda, profesi apakah yang paling menderita ?

Supir angkot! Ya, menurut saya mereka lah yang paling menderita pasca kenaikan BBM. Biaya yang dikeluarkan untuk sekali jalan sudah tentu naik. Mereka juga harus menghidupi anak istri dengan profesinya. Terakhir, mereka ditinggalkan oleh penumpang-penumpang yang ingin irit. Saya yakin taraf hidup penumpang-penumpang tersebut lebih dari supir angkot. Apakah supir angkot bukan rakyat kecil ? Apakah mereka protes dengan kenaikan BBM ?

Tempat favorit saya saat naik angkot adalah tepat dibelakang supir. Dari sana saya bisa melihat wajah pak supir dari spion. Selanjutnya, terserah anda apa yang akan anda lakukan sebagai penumpang. 🙂

===

Update :

Barusan lihat di-TV, ternyata sopir angkot di sejumlah daerah mogok narik pasca kenaikan BBM. Tetapi alasannya sangat logis, meminta tarif naik. :-). Ayo para penumpang angkot, tau diri ya.. Hehe..

Friendster Menggunakan Squid Sebagai Reverse Proxy ?

Sebagai penikmat situs social networking seperti Friendster dan Facebook, hampir beberapa jam sekali saya membuka kedua situs tersebut. Beberapa hari lalu ketika sedang iseng membuka friendster, muncul pesan sebagai berikut :

reverse proxy squid friendster

Saya mengira error disebabkan proxy yang saya gunakan. Saya refresh Friendster berkali-kali, saya cek di access.log, tidak ada yang salah. Pesan tersebut tidak hanya berasal dari squidcache6.gbxsc.friendster.com, tetapi juga squidcache8.gbxsc.friendster.com, atau mungkin dari proxy friendster yang lain. Selang beberapa menit kemudian, barulah muncul halaman maintenance Friendster.

Mungkin friendster menggunakan squid sebagai reverse proxy untuk httpd accelerator. Namun, situs highscalability.com ternyata tidak memasukkan squid sebagai salah satu aplikasi yang digunakan untuk membangun friendster. Berikut adalah kutipan dari highscalability mengenai arsitektur friendster :

Information Sources
# Friendster – Scaling for 1 Billion Queries per day

Platform
# MySQL
# Perl
# PHP
# Linux
# Apache

What’s Inside?
# Dual x86-64 AMD Opterons with 8 GB of RAM
# Faster disk (SAN)
# Optimized indexes
# Traditional 3-tier architecture with hardware load balancer in front of the databases
# Clusters based on types: ad, app, photo, monitoring, DNS, gallery search DB, profile DB, user infor DB, IM status cache, message DB, testimonial DB, friend DB, graph servers, gallery search, object cache.

Selain friendster, Wikimedia dan mixy.jp juga menggunakan squid.