17 Kesalahan Pria Saat Jatuh Cinta

1. SMS si cewek berlebihan. Kalau tidak tiga kali sehari, ya tujuh kali sehari. Jika tidak dibalas, cowok biasanya berulang kali mengecek folder sent items atau mengirimkan kembali SMS kepada si cewek untuk bertanya apakah dia telah menerima SMS-nya tadi.

2. Menyogok si cewek dengan terus berusaha mengajak makan malam, membelikan ini itu, bahkan yang tergolong mahal.

3. Rela menunggu jarum jam menunjuk angka 12 saat ulang tahunnya supaya menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat.

4. Menjadi (sok) romantis dan sangat melankolis, seperti memberi bunga, menuliskan puisi, dan mendengarkan lagu-lagu mellow.

5. Superperhatian

6. Berupaya menyiapkan segala sesuatu yang superspesial, yang cowok lain tak pernah lakukan, seperti menyiapkan sebuah CD yang berisi lagu-lagu kesukaannya atau membelikan boneka yang dia suka.

7. Menjadi Yes Man, sulit berkata tidak ke cewek tersebut.

8. Berani (nekat) membatalkan kegiatan dengan teman-teman nongkrong, bahkan keluarga sendiri, untuk menemani gebetan/pacar dalam kegiatannya.

9. Curhat tak berhenti.

10. Terlalu banyak berpikir hingga sering berpikir negatif terhadap diri sendiri, apalagi jika si cewek tak membalas SMS kita.

11. Berusaha menyukai dan melakukan kegiatan dan kesukaan si cewek, bahkan rela meninggalkan kebiasaan demi kemauan si cewek. “Misalnya, meninggalkan hobi olahraga atau grup band kita atas permintaan dia,” ujar Jet.

12. Menjadi terlalu sopan, baik cara duduk, cara makan, penggunaan bahasa sehari-hari, dan nada suara di telepon. Intinya, jaim! Kita tidak menjadi diri kita sendiri.

13. Menjadi super gentleman

14. Membadut, membiarkan diri menjadi bahan lelucon.

15. Cari tahu soal kesukaan dan kepribadian si cewek dari teman dekat atau anggota keluarganya.

16. Merancang games ‘Kakak-Adik’. Menempatkan diri sebagai kakak dan si cewek sebagai adik. Padahal bukan jaminan, hati si cewek akan terpaut pada kita.

17. Takut terlihat mengejar cewek lain.

Wah, dari 17 kesalahan tersebut hampir sebagian besar pernah gw lakukan.. pantes ga dapet-dapet..

sumber : www.kompas.com

Kambing Hitam

Barusan iseng baca komentar-komentar di Crash.net mengenai berita MotoGP San Marino kemarin yang dimenangkan oleh Valentino Rossi. Ada sebuah postingan komentar yang menarik yang tulisanya seperti ini :

Rossi after his Valencia fall, 2006: “When you fall, is always a mistake…”
Stoner after his Misano fall, 2008: “The tyre just let go”

Jujur saja, saya pribadi pernah menjadi fans Casey Stoner disaat awal kepindahannya ke kancah kelas primer MotoGP pada tahun 2006. Saat itu Stoner dan Pedrosa sama-sama pindah ke kelas utama MotoGP. Namun, sejak awal saya memang tidak respek terhadap Pedrosa yang bagi saya kurang murah senyum. Sebagai penikmat MotoGP, saya lebih menyukai sosok yang penuh senyum dan berkharisma walaupun dia memiliki skill membalap yang tinggi. Akhirnya saya lebih menyukai Stoner sebagai penerus icon MotoGP setelah Valentino Rossi. Sayangnya, respek saya terhadap Stoner memudar sejak ia menjadi Juara Dunia MotoGP.

MotoGP adalah suatu hiburan olahraga, bukan balapan sendiri tanpa penonton. Penonton tentunya ingin mendapatkan kepuasan dari tayangan MotoGP. Sebagai seorang olahragawan dan figur pembalap MotoGP ternyata Stoner tidak dapat memberikan kepuasan terhadap penikmat MotoGP. Selain kurangnya pengalaman dan umur yang masih muda, ternyata Stoner juga masih belum bisa menerima keaadan dirinya. Tiga kali terjatuh dalam tiga kali balapan bukan hal yang biasa. Ban, motor, pembalap lain, bahkan kerikil gravel pun menjadi ‘kambing hitam’ MotoGP musim ini. Itulah sebabnya mengapa Rossi masih menjadi icon MotoGP hingga saat ini. Kembali ke tahun 2006, saat Rossi kehilangan titel di seri akhir MotoGP karena terjatuh, dia tidak menyalahkan apapun. Terjatuh adalah suatu kesalahan murni dirinya.

Banyak hal yang bisa diambil dari kutipan komentar diatas. Terkadang manusia memang tidak bisa menerima keadaan dirinya sehingga dicarilah kambing hitam di luar sana. Saya pribadi sering mencari kambing hitam, apalagi ketika mendapat nilai Jelek. Entah dosennya gak enak, entah pelajarannya susah, entah waktu gw abis kebuang gara-gara si anu, dan masih banyak lainnya. Padahal, nilai jelek adalah murni kesalahan gw yang gak pernah belajar. Hehehe..

Bubarnya Pendidikan Sekolah Menengah

Maaf kalau judul postingan kali ini agak keras. Tulisan ini juga merupakan postingan lanjutan dari tulisan saya tahun lalu mengenai PSB (Penerimaan Siswa Baru), khususnya Kota Bandung. Semenjak berubahnya sistem NEM menjadi UAN, UAS, atau whatever-lah, Menurut saya, ini adalah awal kehancuran pendidikan sekolah tingkat menengah (SMP dan SMA). Mengapa? Sistem saat ini benar-benar kacau, nilai hasil UAN tidak dapat dipertanggungjawabkan. Nilai rata-rata anda 8 sudah tidak berguna. Mau masuk SMA Negeri aja luntang-lantung.

Menurut anda apakah nilai 80 dari 100 atau 8 dari 10 cukup besar? (Mohon umpan balik pembaca sekalian). Bagi saya, Iya! Sangat besar. Jujur saja, cukup sulit memperoleh nilai 80, apalagi di bangku kuliah (80 bisa dapet A coy!). Sayangnya, nilai 8 dari 10 tersebut sangat tidak berguna sekali apabila teman-teman masih sekolah. Sangat menyedihkan bukan? (udah dapat nilai gede..Eh, taunya gak kepake..cape deh!).

Saya bukannya tidak bangga akan kualitas pendidikan di negeri ini yang cenderung meningkat(?). Hal ini terlihat dari meningkatnya rata-rata nilai UAN. Namun, rasanya masih tidak logis apabila sangat banyak sekali orang yang memperoleh nilai hampir sempurna. Apalagi terdapat rumor fakta yang menyatakan adanya SMS kunci jawaban UAN SMP dan SMA di Kota Bandung. Diatas kertas, pendidikan di negeri ini memang meningkat. Pada kenyataannya ini adalah kebrobrokan luar biasa.

Bagaimana menurut bapak-bapak pejabat Pendidikan Nasional sekalian? Ingin menghancurkan bangsa ini atau memajukan bangsa ini? Sebaiknya ubah sistem sekarang yang terlalu rawan kecurangan. Apalagi katanya 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Bangkitlah dengan Kejujuran!