Antara Bisnis dan Judi

Apakah yang membedakan antara bisnis dengan judi? 

Berbicara mengenai investasi baik reksadana, pasar uang, ataupun saham yang memiliki ketidakpastian mungkin pendapat bagi sebagian orang, hal tersebut merupakan judi. Dalam teori probabilitas, contoh yang paling sering digunakan adalah dadu dan kartu 52 set. Berapakah peluang munculnya angka 4 dari pelemparan 1 buah dadu?

Sebuah dadu yang fair (tidak berat sebelah pada keenam sisinya) akan memiliki peluang yang sama, yaitu sebesar 1/6. Maka dalam 1 kali pelemparan dadu, kemungkinan muncul angka 4 adalah 1/6. Kemudian dilakukan sejumlah percobaan pelemparan dadu sebanyak 100 kali. Ternyata hasil percobaan menunjukkan bahwa munculnya angka 4 adalah sebanyak 50 kali dari 100 kali pelemparan. Berdasarkan statistik, munculnya angka 4 adalah 50/100 = 0.5. Statistik ini yang akan mengubah probabilitas munculnya angka 4 untuk pelemparan 100 kali berikutnya. Seorang gambler tentunya akan memasang angka 4 dalam judi pelemparan 100 kali dadu. Padahal semua sisi dadu memiliki peluang yang sama sebesar 0.16 walaupun pelemparan dilakukan sebanyak n kali.

Apakah yang menyebabkan angka 4 dapat muncul sebanyak 50 kali dari 100 kali pelemparan? Continue reading “Antara Bisnis dan Judi”

The Most Certain Things is Uncertainty Itself

Hal yang paling pasti di dunia ini adalah ketidakpastian itu sendiri dan kematian. Dalam hidup ini tidak hal yang pasti, sehingga ketidakpastian akan masa depan itulah yang membuat manusia terus berusaha dalam mengupayakan sesuatu. Kenyataan yang terjadi pada saat ini adalah hasil upaya dari masa lampau.

Adanya ketidakpastian memunculkan statistik kejadian masa lampau dan membentuk probabilitas untuk memperkirakan peluang yang terjadi di masa yang akan datang. Seberapa besar peluang yang akan terjadi bergantung dari upaya yang kita lakukan saat ini. Namun, tidak berarti hal yang tidak berpeluang itu tidak dapat terjadi.  Diperlukan suatu Doa untuk membuat peluang tersebut menjadi event yang sesuai ekpektasi.

Remembering Steve Jobs

Steve Jobs (1955 – 2011)

Truth to be told, I never met him.

Perkenalan saya dengan Dunia Apple adalah ketika pertama kali menggunakan PowerBook 100 Series sekitar 15 tahun yang lalu (tentunya saat itu saya masih di sekolah dasar). Entah bagaimana Ayah saya dapat mendapatkan Notebook Apple tersebut. Keadaan ekonomi yang mendesak memaksa saya untuk meninggalkan dunia komputer. Hingga akhirnya pada tahun 2006 saya mendapatkan kesempatan untuk memiliki Macbook (First Gen – Early 2006). Kesan pertama ketika menyalakan Macbook 2006 tersebut adalah startup sound yang pernah saya dengar 10 tahun sebelumnya.

Macbook dan OS X

Macbook adalah produk yang sangat bagus dari sisi desain. Begitu juga dengan interface OS X dengan font Lucida, Myriad, dan Helvetica adalah ciri khas Apple. Macbook merupakan perpaduan antara seni desain produk dengan teknologi UNIX (OS X). Tidak heran para desainer, penulis, hingga network engineer menggunakan Macbook. Bahkan ketika beberapa kali saya mengikuti training di Thailand dan Malaysia, semua trainer yang saya temui menggunakan Macbook (mulai dari Macbook, Macbook Pro, dan Macbook Air).

Macbook dan OS X bagi SysAdmin dan Network Engineer dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan, built-in Terminal adalah salah satu alasan mengapa Macbook dipilih. Lalu, mengapa bukan Linux? Bagi saya, linux masih ribet dan ruwet bagi komputer desktop. Tidak adanya standarisasi yang jelas dan distro yang begitu banyak membuat linux bukan alternatif yang baik untuk desktop.

Alasan lainnya adalah typefaces, pemilihan jenis font dan ukuran pada beberapa distro linux masih tidak eye-catching. Belum lagi aspek rendering font yang tidak terlalu smooth pada Linux. Begitu halnya dengan Windows. Berdasarkan pengamatan pribadi, Apple masih menempati urutan pertama pada pemilihan typefaces untuk sistem operasinya. Kenyamanan dalam membaca teks menjadi poin penting dalam memilih sistem operasi. OS X dan Macbook adalah pilihan yang tepat. Semoga Apple terus dapat berinovasi mengembangkan produknya walaupun tanpa Co-Founder dan CEO, Steve Jobs.

Thank you steve!

 

Mac Startup Sound :

 

 

Infrastruktur Multi-Vendor?

Penggunaan single vendor dalam suatu infrastruktur IT memiliki kelebihan dibandingkan beberapa vendor. Pertama, tentunya adalah masalah interoperabilitas antara berbagai perangkat walaupun berbeda jenis namun masih satu vendor. Suatu vendor pada umumnya memiliki fitur yang tidak dimiliki oleh vendor lain. Fitur tersebut bisa jadi merupakan fitur kunci yang bersifat proprietary, sehingga produk lain tidak bisa menggunakan fitur sejenis. Bukan tidak mungkin fitur kunci tersebut tidak berjalan dengan baik karena adanya perbedaan vendor karena masalah kompatibilitas.

Kedua, support services yang diberikan oleh vendor. Apabila digunakan dua vendor dalam suatu infrastruktur, dipastikan akan terjadi kesulitan dalam mengkonfigurasi atau maintenance. Perusahaan harus menggunakan jasa support dari masing-masing vendor sehingga menyebabkan biaya services atau maintenance menjadi dua kali lipat.

Open Source sebagai Vendor

Kompatibilitas antara aplikasi open source dan sistem operasi *nix sebagai bagian infrastruktur IT tentunya sudah tidak diragukan lagi selama ada SDM yang mampu mengimplementasikan dan memaintenance sistem. Selain itu aplikasi opensource pada umumnya memiliki interoperabilitas yang tinggi terhadap produk vendor. Sehingga opensource dan single vendor bukan merupakan suatu masalah yang besar. Bahkan memiliki kelebihan dalam cost yang dikeluarkan.