Profesi Paling Menderita Pasca Kenaikan BBM

Menurut anda, profesi apakah yang paling menderita ?

Supir angkot! Ya, menurut saya mereka lah yang paling menderita pasca kenaikan BBM. Biaya yang dikeluarkan untuk sekali jalan sudah tentu naik. Mereka juga harus menghidupi anak istri dengan profesinya. Terakhir, mereka ditinggalkan oleh penumpang-penumpang yang ingin irit. Saya yakin taraf hidup penumpang-penumpang tersebut lebih dari supir angkot. Apakah supir angkot bukan rakyat kecil ? Apakah mereka protes dengan kenaikan BBM ?

Tempat favorit saya saat naik angkot adalah tepat dibelakang supir. Dari sana saya bisa melihat wajah pak supir dari spion. Selanjutnya, terserah anda apa yang akan anda lakukan sebagai penumpang. 🙂

===

Update :

Barusan lihat di-TV, ternyata sopir angkot di sejumlah daerah mogok narik pasca kenaikan BBM. Tetapi alasannya sangat logis, meminta tarif naik. :-). Ayo para penumpang angkot, tau diri ya.. Hehe..

Advertisements

19 thoughts on “Profesi Paling Menderita Pasca Kenaikan BBM

  1. Setuju juragan…!! Kasian banget supir angkot, sopir angkot jelas2 terkena dampak dari kenaikan harga BBM. Yang saya lihat, mereka sempat protes, tapi tidak protes seperti mahasiswa yang mengaku aktivis tapi bertindak anarkis. Wajar kalau mereka protes! Kalau mahasiswa protes?hmmm, jawab sendiri… 😀

    Biasanya suka kesel juga sih ama supir angkot yang suka ugal2an nyelonong2 gitu, tapi kalau inget mereka orang susah yang harus kejar setoran, yaahh, doakan saja semoga mereka kuat dan tabah menghadapi hidup…

  2. @Angga
    Setuju, Bapak supir angkot aja gak protes. Masalah utama rakyat kecil adalah efek domino dari kenaikan harga BBM, yaitu harga seluruh barang naik, sembako naik, dsb. Bukan masalah ongkos kesana-kemari yang naik.

  3. kalo pengen subsidi BBM yang tepat sasaran, subsidilah angkutan umum massal, cem angkot, bis ekonomi,n kereta ekonomi . Biar moda transportasi ini tetap ramai bukan malah kendaraan pribadi yang ramai.

  4. setuju dah, harusnya trnsportasi umum yang di benahi dan perbaikan sistem transportasi umum di Indonesia at least di kota2 besar supaya masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi seperti di luar negeri

  5. Hari ini coba ngelebihin bayar angkot karena bensin naek. Eh ternyata dibalikin kelebihannya. Jadi terharu dengan supir angkot ini. Biarpun harga bensin naek tapi dia tetep gak nyusahin penumpangnya. Salut….
    (apa sopirnya lupa kalo BBM udah naek ya?)

  6. Sopir angkot sih masih rada enak. Kita tinggal tanya “sabaraha” dan dia boleh nyebut angka seperlunya dia. Kalau ojeg nih, suka ngejawab “terserah aja” — bikin serba salah aja. Apa harus ditambah 30% juga? What do you guys think?

  7. @Koen

    Hahaha.. bikin kita pusing ya. Tapi kalo mang ojek pake Karisma, harusnya untung besar tuh, rekornya kan 1:100-an. Hehe..

  8. @GM

    Nah, mahasiswa..berarti masih bisa kuliah.. Hehehe.. Apalagi masih bisa bayar bandwidth buat comment di-blog.. hehehe.. peace yo.. 😀

  9. yap memang yang paling menderita itu sudah pastinya sopir ancot…

    *jadi teringat beberapa jam sebelum kenaikan BBM dan ganti 4x ancot jurusan sama dan menampung banyak curhatan dan makian dalam semalam…

    pfhew…

  10. ya coba tiru negara lain yg disubsidi kendaraan umum jd kendaraan pribadi kena charger lebih mahal. jd pengen ngerasain trem dalam kota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s