Apresiasi Seni Rupa

Saya sangat sedih bahwa banyak orang yang sering mengabaikan profesi seniman, terutama seni rupa. Mungkin orang menganggap bahwa itu adalah profesi yang tidak jelas, tidak dimengerti, atau tidak berdaya guna. Sebagai contoh, misalnya saja sebuah sculpture pada suatu lingkungan entah kampus atau kompleks perumahanan. Katakanlah patung tersebut terbuat dari logam yang mahal, dan bagi sebagian orang benda tersebut memiliki bentuk yang tidak jelas. “Ah, apaan tuh?, ngalangin jalan aja”. Menurut saya ungkapan tersebut adalah ungkapan yang sangat tidak menghargai profesi lain.

Dunia tanpa seni jadi sangat kering, tidak ada unsur ketenangan dalam jiwa. Seni tidak dapat dinikmati dengan sekilas (blink?). Anda harus meluangkan waktu sejenak untuk menikmatinya. Jika anda memang memiliki “sense of art“. Maka anda akan mengerti mana benda yang memiliki rupa yang indah dan yang tidak. Jika sense ini lebih tinggi lagi, maka anda akan dapat menilai karya tersebut. Penilaian disini bukan sebagai kritik membunuh. Kritik membunuh adalah suatu kritik yang tidak memberikan solusi! Contohnya, “Benda itu jelek..! “(Hah??). Okay, ketika anda mengatakan seperti itu, anda harus mengetahui dimana letak kejelekannya (ini baru kritik membangun). Misalnya terdapat suatu lukisan, kritik anda dapat dilontarkan dengan memberikan masukkan bahwa lukisan tersebut kurang memiliki unsur warna merah sehingga kurang enak dilihat. Atau suatu handphone, “Wah, bentuknya kurang macho, terlalu kaku nih”. Anda dapat mengatakan bahwa handphone tersebut memiliki bentuk yang terlalu kaku. Perkataan tersebut dapat dikategorikan sebagai kritik membangun.

Memang, penilaian terhadap bentuk (seni) suatu produk lebih mudah daripada menilai suatu benda yang benar-benar benda seni. Tetapi sekali lagi saya katakan, coba lah anda lihat benda tersebut barang beberapa menit. Maka anda akan mengerti bahwa benda tersebut begini-begitu. Jika anda memang tidak bisa memahami keindahan dari benda seni, maaf, anda memang tidak memiliki “sense of art”. Tetapi tidak sepenuhnya seperti itu, karena tidak semua benda seni itu sukses. Artinya, benda tersebut mau dilihat berapa lama pun memang kurang bagus. :p

Advertisements

12 thoughts on “Apresiasi Seni Rupa

    1. NGri situ yah.tulisanberat sekali sekarang
      seni itu dinilai dari hati kalo menurut gw, bukan pake logika. ?

  1. Pake dua-duanya kalau menurut gw.. tidak seperti cinta, cinta itu buta. Logika tidak dapat menjelaskan cinta. Wakaka..
    Sedangkan seni masih dapat dijelaskan. Namun, hanya perasaan yang akan memberikan apresiasi terhadap seni tersebut.

  2. Bangsa kita masih banyak orang2 yang masih terbelakang cara berfikirnya dan menyikapi terhadap Seni. eh, mikirin berkesenian yang notabene pakai kenikmatan kata hati, terkait dengan kepribadian seseorang sebagai pengungkap rasa dan hati, serta intuasi,ataupun kejiwaan,terlebih dengan Imaginasi yang terkadang tak kasat dengan realita alam.
    yah, demikian tugas kita sekalian untuk mengajak dan memberikan dasar pemahaman terhadap siapa saja yang kurang dan belum banyak memahami makna dan manfaat berkesenian untuk sebuah pembabaran dan pengharganan penciptaan karya seni.Tak tampak jelas eksesnya secara langsung bagi penikmat seni baik lewat indera Rasa,Mata,telinga,hati,akan tetapi tanpa disadari oleh siapapun orang-orang yang tak banyak berkecimpung di dalamnya.
    Adalah satu poin penting dalam Seni makna dan manfaat bagi manifestasi kehidupan manusia dirasakan secara langsung, tanpa banyak dibutuhkan komentar,pendapat fanatism yang berlebihan.
    Hal ini perlulah kita sadari Dunia Seni adalah bagian dari Kebudayaan Manusia yang muncul dan berkembang terus dan yang hakiki sebagai mana bagian dari ibadah Manusia dalam memuja Tuhannya, dan serta merta bagi kita tidak harus memaksakan kehendak bagi orang lain yang kurang perhatian khusus dan tak suka terhadap Seni itu sendiri sedangkan sudah dengan pelbagai penjelasan dan perdebatan pemahaman .
    Bagi kita terserah, harus dapat memilah-milahkan karya seni yang masih merupakan penjajakan eksplorasi mencari jati diri dan berkembang terus(seni untuk seni),atau karya seni yang diaplikasikan pada satu kebutuhan manusia sebagai penyerta dan pendamping, melengkapi sisi manfaat dari sesuatu yang memiliki satu tujuan dengan segala manifestasi kepentingan.
    Semoga dikhasanah Berkesenian di bangsa ini semakin dan semakin berkembang terus tanpa mempedulikan pada komunitas yang kurang peduli perkembangan Budaya Bangsa ini,niscaya suatu saat kita semua dapat memetik hasil dari buah yang ranum. Salam dari Mojokerto.

  3. Secara ekstrem ada orang yang bilang kalo seniman itu ga waras, lantaran jalan pikiran mereka yang susah dimengerti. Sebenernya bukan merekanya yang ga waras, tapi kitanya aja yang belum bisa mengerti jalan pikiran mereka…. ^_^

  4. menurut gue, seni itu sesuatu yang sangat indah. Suatu perasaan yang mengalir dari seorang yang berjiwa seni.

  5. Mnurut gw bro smua org berhak pnya cara pandang thd seni. Seni itu estetika(keindahan). Tapi jgn lupa d dlm seni jg hrs mnjunjung tinggi nilai etika (kesopanan). Tak hanya musik, bgi gw football jg merupakan seni (art of sport)_

  6. Memang benar kata Nunu.Banyak sekali,orang orang yang sebetulnya bisa menjadi seniman. Bahkan menjadi seniman tingkat tinggi layaknya seniman itali,Da vinci.Tapi karena orang orang disekitarnya yang (maaf) agak dongok dan merasa dirinya lebih hebat dan lebih tahu,orang itu merasa tak percaya diri bahwa dia bisa menjadi seniman besar. Banyak sekali kejadian seperti itu di masyarakat. Jaman sekarang memang agak susah. Banyak orang yang beranggapan “I’ve know it” padahal tidak. Jika ada yang punya gagasan,mari kita perhatikan dulu. Lebih baik diam dulu,perhatikan,baru bicara.Bukannya langsung berkoar-koar,berlagak seperti orang pintar,padahal(maaf)nggambar yang gampang saja nggak bisa.Dulu,saat saya masih SD,seringkali teman teman saya yang kurang mengerti menghina saya karena lukisan saya.Hinaan baru berhenti pas kelas 5.Seorang guru baru menilai gambar saya,dan saya dapat 100.Deng!Teman teman saya bungkam seperti disumpal batu mulutnya.Jadi,memang masyarakat pada umumnya mengharapkan penilaian dari orang yang dipercaya.Tapi bukan berarti bisa menilai karya seseorang seenak udel.Janganlah sekali-kali menjelek-jelekkan karya seseorang jika karya kita malah lebih jelek.Itu semakin menunjukkan bahwa kita hanya bisa menghina&iri akan keberhasilan orang itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s