Category: Internet

  • Brainbench Test

    Barusan saya iseng-iseng blogwalking, dan akhirnya menemukan situs brainbench. Situs tersebut menyediakan tes sertifikasi dalam bidang IT dan bidang lainnya. Brainbench ini menyadeikan layanan tes gratis dan berbayar. Saya juga masih belum mengerti fungsi dari transkrip yang diberikan oleh brainbench. Apalagi untuk layanan test yang berbayar.

    Saya sendiri baru mencoba dua test yaitu Computer Fundamental (Mac OS 10.4) dan Networking Concepts. Selain itu, ternyata pertanyaan disini diluar perkiraan (underestimate). Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan cukup susah. Untuk Networking Concepts mulai dari ATM, NetBIOS, FDDI, dan lain-lain. Jujur saja, saya sendiri tidak terlalu mengerti. Hehehe..

    Silakan anda lihat transkrip Brainbench saya di sini. Selamat mencoba!

    Belajar lagi ah.. 😉

  • Apakah Mac OS masih bebas Virus?

    Barusan saya membaca suatu artikel dari digg mengenai 100 bug pada Mac OS X. Disana dijelaskan bahwa telah ditemukan 100 kelemahan Operating System ini dalam setahun terakhir. Dengan kelemahan yang dimiliki oleh Mac OS apakah Sistem ini masih lebih aman dari Windows?

    Jika dilihat dari persentase penggunaan OS di dunia ini, Windows memiliki porsi yang sangat besar. Mungkin karena alasan tersebut para “bad guy” lebih menjelajahi sisi keamanan Windows lebih dalam dan akan memberikan efek destruktif yang lebih besar. Sedangkan Mac OS walaupun memiliki porsi yang lebih kecil, jangan anggap sepele ancaman-ancaman Virus, Malware, Trojan, dsb.

    Selain itu, Mac OS memiliki fitur Software Updates yang akan selalu mengupdate sistem securitynya dan akan menambal “hole-hole”. Sehingga dapat dikatakan bahwa untuk saat ini Mac OS cukup aman. Semakin banyak yang menggunakan Mac mungkin akan semakin besar ancaman yang datang.

    Beberepa waktu lalu juga telah ditemukan suatu ancaman berupa Worm pada OpenOffice. Seperti yang kita tahu, OpenOffice ini berjalan di berbagai platform mulai dari Windows, Linux, dan MacOS.

    Worm tersebut berasal dari suatu OpenOffice (badbunny.org) yang akan menjalankan makro yang berbeda bergantung dari Operating System yang digunakan. Pada Mac OS, worm tersebut akan membentuk dua skrip virus menggunakan bahasa Ruby yaitu badbynny,rb dan badbunnya.rb. Pada Linux worm tersebut membentuk badbunny.py sebagai XChat script dan badbunny.pl sebagai virus Perl.

    Tidak ada sistem yang benar-benar bebas dari virus dan malware lainnya. Jika banyak orang berpendapat Mac kebal virus. Pernyataan tersebut 100% benar jika Virusnya adalah virus untuk Windows. Lalu bagaimana dengan Virus atau Malware yang berjalan pada Multiplatform?

    Technorati Profile

  • Advanced Hosting from Montir Net

    MontirHost Web Services kini sudah melayani anda selama hampir 3 tahun. Kami memberikan solusi hemat kepada anda yang membutuhkan Web Hosting dengan harga murah dan berkualitas tinggi. Dengan Didukung oleh Hi-End Server dan 24/7 Support, kami adalah pilihan tepat bagi anda para pemula dan profesional yang mendambakan memiliki Website berkualitas.

    Advanced Hosting from Advanced People

    montir_packet.jpg

  • DNS Server Mati??

    Masih bisa ngenet gak ya? Hehe…

    Sebenernya begini.. Client dan Proxy Server sama-sama membaca DNS Server.

    Jadi ketika kita sebagai Client yang DNS servernya mati tetap saja masih bisa ngenet selama DNS Server dari Proxy Server-nya tidak mati. Karena proxy (squid) memiliki fitur untuk membaca resolve dari DNS bahkan meng-cache-nya.

    Contohnya adalah begini, misal settingan IP yang diberikan oleh suatu kantor adalah IP Private.

    Client 1 : 192.168.100.46

    Netmask : 255.255.255.0

    Gateway : 192.168.100.1

    DNS : 192.168.100.2

    Proxy : 192.168.200.46

    Tiba-tiba DNS Server dengan IP 192.168.100.2 nya mati, gak bisa di-ping. Wew, tentu saja domain internal yang dapat diakses tanpa melalui proxy akan time-out.

    Ketika kita mengakses suatu situs, hirarkinya kurang lebih seperti ini.

    Client —-> Proxy —-> Resolve DNS Server —> HTTP GET

    Nah, sekarang masalahnya begini.

    Apakah DNS Server yang d-resolve Proxy sama dengan DNS Server yang di-resolve Client?? Belum tentu!

    Pada contoh diatas, DNS Server yang diberikan kepada client adalah IP Private. Bisa saja, alamat IP DNS Server Proxy adalah IP lainnya yang tidak berada dalam network client.

    Dalam kasus DNS Server Client != DNS Server Proxy maka akses Internet tidak akan terganggu selama hanya DNS client yang down.

    Jika kita berada dalam network yang bebas firewall, tentu saja tinggal ganti DNS yang membuka akses ke internet seperti OpenDNS.

    Cat : kasus tersebut pernah terjadi di kantor tempat saya KP beberapa waktu lalu.

    Thx to Maw.. Hehehe..

Design a site like this with WordPress.com
Get started