Category: Computer Networks

  • Internet di Rumah Melambat

    Dua hari terakhir ini saya merasakan internet semakin lambat saja (memang sebelumnya juga lambat). Tetapi ada saat-saat tertentu (dini hari sampai pagi hari) sehingga kecepatan akses internet di rumah bisa melewati batas. Kecepatannya dapat mencapai 300-an kbps, padahal dalam brosurnya hanya up to 256 kbps. :p

    Sayangnya, sejak kemarin kecepatan akses pada saat tertentu itu menurun drastis. Apakah adminnya sudah tahu ada user seperti saya yang selalu internetan pada waku dini hari hingga pagi hari? Hehehe.. entahlah.

    Screenshot-nya aja deh..

    Keadaan normal jika mengakses pada saat tertentu itu..

    Keadaan yang saya rasakan dua hari terakhir ini..

  • Peranan Administrator Bagi Kemaslahatan umat

    Kemarin malam saya mengikuti tarawih di Masjid Salman ITB dengan Menkominfo (Bpk. Prof.Dr.Ir. Muhammad Nuh) sebagai penceramah tarawih. Dalam ceramahnya Menkominfo membahas Regulasi Telekomunikasi bagi kepentingan umat (judul tepatnya saya lupa..hehehe). Sebagai pihak yang berwenang, Menkominfo berhak melakukan penyaringan isi berita dari berbagai komunikasi baik cetak maupun elektronik yang salah satunya adalah internet. Rule dan policy penggunaan internet (khususnya public internet service) diatur oleh adminstrator. Biasanya administrator internet ini melakukan content filtering untuk akses web. Tidak hanya pada lingkungan kampus saja, content filtering ini ternyata telah diterapkan di beberapa Warnet. Saya sendiri pernah menemui warnet di jalan sulanjana yang menerapkan sistem content filtering.

    Internet bisa menjadi sangat adiktif bila tidak ada sesuatu yang dapat menghentikannya. Saya pribadi mungkin termasuk internet addicted. Sebagai manusia, terkadang kita selalu menunda waktu sholat hingga akhir batas waktu karena keasyikan mengakses internet. Bila lingkungan tempat akses internet ini dekat dengan musholla atau masjid, tidak ada salahnya bukan untuk menghentikan akses internet selama 15 menit? Waktu ini tentu saja digunakan untuk sholat tepat pada waktunya, mengingat sholat tepat waktu ini adalah perbuatan yang paling dicintai Allah SWT. Sebagai perbandingan, kantin tempat menjual makanan saja tutup pada waktu sholat tiba dan baru buka setelah sholat selesai. Urusan perut saja masih bisa ditunda, tapi untuk urusan internet? sedemikian ekstrimnya kah?

    Berbagai cara dapat digunakan untuk mematikan akses internet sementara ini. Bisa dengan cara mendownkan network (ifconfig rl0 down??) pada waktu sholat (cara yang cukup ekstrim memang.. :p), firewall yang di-cron, atau acl (access control list) berbasis waktu pada proxy server. Namun, semua cara tersebut masih berupa paksaan dari luar. Akan lebih baik jika sholat tepat waktu dimulai dari diri kita sendiri. Sehingga, menghentikan akses internet sementara ini dapat merupakan ajang latihan bagi kita dalam mendirikan sholat tepat waktu.

  • Daftar Alokasi IP Indonesia

    Sejak memasang internet di rumah, komputer desktop yang digunakan sebagai server saya pasangi dengan Squid-NT. Saya mengkonfigurasikan sejumlah proxy server yang berada di luar negeri sebagai parent. Mengapa harus sebagai parent? karena setelah melihat hasil analisis access.log-nya, ternyata diperoleh bahwa kecepatan (dalam KB/s) PARENT_HIT lebih besar daripada DIRECT. Sehingga, request situs melalui parent proxy lebih cepat daripada akses langsung. Tentu saja, saya lebih memilih mengkonfigurasi menggunakan parent tersebut. 😀

    Tadi pagi saya mengalami sedikit masalah koneksi internasional karena memang ada gangguan pada ISP. Akibatnya, saya tidak menggunakan proxy server untuk membuka situs dalam negeri, karena apabila menggunakan proxy server akses ke situs dalam negeri pun akan (tidak semua) dilempar ke parent proxy tersebut.

    Akhirnya, setelah sekian lama, ketemu juga daftar alokasi IP untuk Indonesia. Hal ini berguna untuk acl (access control list) squid agar IP tujuan indonesia tidak melalui parent tetapi direct.

    Berikut adalah daftar alokasi IP untuk indonesia : IIX_IP.txt

    Postingan lebih lanjut mengenai Squid-NT dapat dilihat di sini.

    Contoh konfigurasi pada squid.conf

    acl IIX dst "/usr/local/etc/squid/iix_ip.txt"
    always_direct allow IIX
  • Chatting

    Chat adalah salah satu cara komunikasi dua arah atau kelompok dengan media text secara langsung. Kegiatan chatting ini telah saya lakukan sejak kelas 2 SMP. Saat itu, masih jarang Warnet yang menyediakan instant messenger seperti Yahoo!. Saya lebih sering menggunakan IRC (internet relay chat). Kala itu, saya tidak tahu tujuan dari Chatting ini. Seya selalu berpikir, buat apa Chatting? Saya dan teman chat di suatu tempat entah dimana tidak tahu siapa lawan chat kita bukan (Anonymous), apalagi IRC ini.

    IRC ini dapat dengan mudah dimasuki oleh siapapun, tinggal masukkan sembarang user dan alamat email ke IRC server. Padahal, menurut saya pribadai IRC server ini memiliki kemampuan untuk men-trace lokasi seseorang lebih baik ketimbang messenger. Saya ingat ketika SMP sering mengerjai rekan yang menempati komputer sebelah saya dengan menyamar menjadi nickname wanita (ce_luchu, ce_17_bdg, dll). Rekan saya dengan mudah mempercayainya, seandainya saya bisa menahan tertawa. Pasti rekan saya ini tidak akan mengetahuinya. Ha ha ha. Kejadian lainnya adalah ketika sekolah setengah hari. Hampir satu kelas teman laki-laki saya pergi ke warnet (padahal hanya 1 komputer yang digunakan) hanya untuk mengerjai orang nun jauh disana yang menggunakan nick pria.

    Cerita diatas merupakan salah satu dampak negatif dari chatting. Saya yakin hingga saat ini masih banyak kasus seperti itu. Saya sendiri sudah lama tidak lagi bermain di dunia IRC yang banyak dengan room-room aneh. Adanya messenger seperti YM, MSN, Skype, Gtalk, AIM, dll. rasanya anonymously ini sudah dapat diminimalisir karena messenger seperti itu menggunakan user dan password unik untuk setiap orangnya. Selain itu, webcam juga dapat digunakan mengecek apakah orang itu pria/wanita bagi anda yang ingin mencari pasangan. He he he.. Walaupun saat ini sudah banyak webcam yang di-relay.

    Chatting menggunakan Yahoo Messenger pertama kali saya lakukan sejak SMA, namun lagi-lagi saya tidak tahu manfaatnya. Ya iya, setiap kali login, isinya kosong melompong alias tidak ada contact list. Jika masuk ke chat room, saya pikir tidak ada bedanya dengan IRC, walaupun dengan tambahan webcam. Baru setelah kuliah saya sangat merasakan manfaat IM ini karena banyak rekan-rekan saya yang mulai menggunakan IM (terutama Yahoo!) sebagai media komunikasi.

    Saya pribadi menggunakan YM sebagai media komunikasi paling utama ketimbang HP. Berikut ini segudang alasan saya menggunakan IM sebagai media komunikasi utama :

    1. Saya jarang memiliki pulsa, lebih mudah menemukan internet gratisan ketimbang pulsa gratis. He he he.. Selain itu, lingkungan tempat saya sering berinteraksi (rumah, ITB, SMA3) terdapat akses internet.
    2. Informasi dapat tersampaikan lebih akurat, karena kita tidak perlu meringkas kata-kata yang digunakan.
    3. Anonymously positif. Manfaat ini baru sangat terasa belakangan ini. Ketika saya sedang sedih atau senang, lawan chatting tidak akan tahu keadaan saya sebenarnya. Saya dapat mengetik “ha ha ha” atau emoticon “:))” padahal saya sedang sedih. He he he..
    4. Flat rate di seluruh dunia. Saya merasakan ini ketika saya KP di jakarta beberapa waktu lalu. Ayah saya sudah memiliki YM sehingga lebih baik YM-an saja..hitung-hitung irit pulsa. 😀

    Saat ini baru itu saja yang dapat saya manfaatkan dari jenis komunikasi ini. Bagaimana dengan rekan-rekan dalam memanfaatkan IM (Instant Messaging)?

Design a site like this with WordPress.com
Get started