Category: Geek Life

  • Wejangan Orang Tua

    Dua hari ini saya berbicara dengan orang tua saya. Sebelum-sebelumnya, saya memang sering berbicara, sharing visi dan misi, atau masalah lainnya. Orang tua saya menanyakan mengapa nilai kuliah (5 semeseter terakhir) saya jelek atau pas-pasan. Saya jawab, karena saya kurang ini kurang itu. Saya seperti (sok) sibuk dengan urusan lain hingga melupakan kuliah.

    Jawaban orang tua saya cukup bijak dan mengena. Zaman bapak saya kuliah (ITB ’80), rekan-rekan kosnya sangat serba kekurangan. Ada seorang rekannya yang hanya minum teh ditambah telur mentah dicampur dalam satu gelas sebagai makanan. Pokoknya, hidup teman-temannya penuh perjuangan.  Jika dibandingkan dengan mahasiswa zaman sekarang, pola hidupnya sangat jauh berbeda. Mungkin termasuk saya sendiri. Selalu mengeluh dengan keadaan, tidak pernah mensyukuri apa yang ada. Belum lagi ditambah kondisi politik saat itu yang memang sedang panas-panasnya (bila dibandingkan sekarang).

    Ternyata, masalah utama mengapa nilai saya kurang ada pada diri saya yang selalu mengeluhkan ini dan itu. Kalau kata Pak Budi dalam kuliah tadi siang, mahasiswa sekarang itu kurang passion. Sehingga mental-mental seperti ini lah yang menyebabkan penurunan kualitas mahasiswa di kampus saya ini.

    Mudah-mudahan setelah mendengar perkataan dan wejangan Orang Tua baik di rumah maupun di kampus, saya bisa kembali menumbuhkan passion akan ilmu dan oprekan. Hehehe.. Alhamdulillah, saya bukan termasuk mahasiswa yang gemar menonton sinetron, mama mia, AFI, dsb. (nonton tv aja jarang..).

  • I’m Addicted to You (Internet)

    Ya, kami saya ini adalah internet addicted. Jika sudah depan komputer yang terhubung dengan internet, bisa lebih dari 12 jam gak berenti-berenti.
    Ciri-ciri yang terdapat dalam diri saya :

    1. Niatnya sih cuma mau cek email (entah penting atau gak, yang penting baca..), eh..taunya kemana-mana. Tiba-tiba udah pagi deh..

    2. Kalau di kelas, mata ini terasa berat, ngantuk.. kalau depan monitor. Seperti ada ganjel mata..terang deh.

    3. Jika sedang tidak terburu-buru, begitu sampai kampus langsung menuju sunken court W-05.

    4. Ketika pulang ke rumah, langsung buka tas untuk mengeluarkan laptop, lalu menjalankan IM, terus pasang status. Setelah itu baru mengerjakan yang lain seperti ke kamar mandi, ganti baju, makan, dan lain-lain.

    Walaupun berjam-jam depan monitor, belum tentu itu sedang ngenet atau tidak. Yang jelas, keseharian saya sebagian besar dihabiskan depan komputer dengan tangan menyentuh keyboard. Apakah taraf ketergantungan seperti itu sudah membahayakan diri? Jika iya, kira-kira bagaimana caranya untuk mengurangi ketergantungan pada internet?

    addicted

    Sebelum mencapai taraf yang lebih membahayakan, sebaiknya segera direhabilitasi. :p

    Hasil test dari Internet Addiction Test.

  • Internet di Rumah Melambat

    Dua hari terakhir ini saya merasakan internet semakin lambat saja (memang sebelumnya juga lambat). Tetapi ada saat-saat tertentu (dini hari sampai pagi hari) sehingga kecepatan akses internet di rumah bisa melewati batas. Kecepatannya dapat mencapai 300-an kbps, padahal dalam brosurnya hanya up to 256 kbps. :p

    Sayangnya, sejak kemarin kecepatan akses pada saat tertentu itu menurun drastis. Apakah adminnya sudah tahu ada user seperti saya yang selalu internetan pada waku dini hari hingga pagi hari? Hehehe.. entahlah.

    Screenshot-nya aja deh..

    Keadaan normal jika mengakses pada saat tertentu itu..

    Keadaan yang saya rasakan dua hari terakhir ini..

  • Rukun Islam

    Assalamu’alaikum Wr. Wb,

    Saat ini kita sedang menjalankan Rukun Islam yang ke-4 yaitu Shaum. Shaum ini merupakan perintah yang diwajibkan kepada orang-orang yang Beriman. Seperti yang kita tahu, rukun islam itu ada 5 :

    1. Syahadat

    2. Sholat

    3. Zakat

    4. Puasa

    5. Haji

    Dari beberapa referensi yang pernah saya baca, akhirnya saya mendapatkan suatu kesimpulan bahwa Rukun Islam itu sequential.

    sequential |siˈkwen ch əl|
    adjective
    forming or following in a logical order or sequence : a series of sequential steps.
    • chiefly Computing performed or used in sequence : sequential processing of data files.

    Mengapa demikian? Karena memang tidak mungkin kita menjalankannya secara acak. Pertama dimulai dari Syahadat. Lafal Syahadat ini pasti kita baca dalam setiap sholat. Sehingga, tidak mungkin kita Sholat bila tidak dapat melafalkan Syahadat ini. Kemudian Zakat, di dalam Al-Quran perintah untuk mendirikan Sholat ini biasanya selalu diiringi dengan perintah Zakat. Selanjutnya adalah Puasa yang diwajibkan bagi orang-orang beriman (tentunya yang menjalankan rukun islam sebelumnya) pada bulan Ramadhan. Terakhir adalah ibadah Haji, ini adalah Rukun Islam yang dijalankan bila memang memiliki kemampuan. Walaupun bersifat sequential, Rukun Islam ini adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    Point yang ingin saya tekankan disini adalah masih banyaknya orang yang men-skip Rukun Islam yang kedua dan/atau ketiga dan langsung menjalankan Rukun Islam yang ke-4, yaitu Puasa. Padahal, sholat itu adalah tiang agama. Ironis memang, bagi saya pribadi menahan lapar dari waktu fajar hingga terbenam matahari bukan hal yang sulit. Rasanya jarang (atau bahkan tidak pernah) ada orang yang mati gara-gara tidak makan dalam sehari. Hal terpenting dari shaum ini adalah menjaga hawa nafsu. Makan dan minum ini hanyalah sebagian dari nafsu. Menahan amarah, berbicara sia-sia, dan membicarakan orang lain (baik sengaja maupun tidak) ternyata jauh lebih sulit dari sekedar makan dan minum. Lebih baik diam daripada tidak dapat berkata benar.

    Akhir kata, Rukun Islam yang sequential ini tentunya tidak mungkin bagi kita menjalankan Rukun Islam secara acak. Harus dimulai dari Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, dan Haji. Tidak akan ada fondasi atau landasan yang kuat apabila kita melakukan skipping Rukun Islam ini.

    Wallahu a’lam bish-shawab.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Referensi :

    http://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Islam

    http://syariahonline.com/new_index.php

Design a site like this with WordPress.com
Get started